SWEET SEVENTEEN (MILAD) STIT DARUL FATTAH BANDAR LAMPUNG

Bandar Lampung – “SWEET SEVENTEEN” 17 Tahun sudah rasanya STIT Darul Fattah berdiri. Dengan banyaknya lika liku untuk tetap bertahan menjaga kualitas. Dulu yang hanya punya 1 prodi yaitu PBA dan bertahan selama 14 tahun kini sudah punya 4 Prodi. Dan doakan sebentar lagi kita akan menjadi Institut, yang mana itu semua berkat kita semua.

Kita tak hanya sebuah instansi pendidikan yang hanya kuliah, bayar, lulus lalu lupa, namun kita di sini (STIT Darul Fattah) menjadi wadah keluarga. Wadah untuk kita semua. Tidak ada perbedaan, tidak ada singgungan. Kita adalah SATU yang saling menjaga, saling support dan saling membantu.

Terdapat acara lomba yang diikuti khusus mahasiswa pada hari (Sabtu, 25 Mei 2024) yaitu Lomba Masakan Nusantara, Pidato Bahasa Indonesia, Tilawah, Konten Kreator dan Video Pembelajaran. Kemeriahan hadir dalam acara tersebut. Berbagai macam masakan dihadirkan, ada yang dari Jawa, Kalimantan, Sumatra dan ada yang menamakan masakan Jawa Timur Tengah perpaduan antara masakan Jawa Timur dengan Timur Tengah.

Juri pun sangat senang dalam menilainya, ada yang menilai tampilannya dan ada juga yang menilai rasanya. Ada juga bebebrapa mahasiswa yang sangat hebat mengikuti lomba pidato dan tilawah. Banyak diantaranya memiliki potensi yang luar biasa. Dan juga kekreatifan para mahasiswa membuat konten creator serta video pembelajaran. Sungguh potensi yang harus dikembangkan.

Selain dari pada itu dilanjut hari (Ahad, 26 Mei 2024) STIT Darul Fattah mengadakan Seminar Nasional Moderasi Beragama bertemakan  “Mewujudkan Sikap Moderasi Beragama dalam Dunia Pendidikan” serta mengundang pemateri yang sangat luar biasa yaitu Prof. Dr. Warsito, DEA, Ph.D. (Deputi 6 Kemenko PMK RI) dan Riski Gunawan, M.Pd.I. (Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Raden Intan Lampung). Dihadiri oleh para pengurus Yayasan Darul Fattah dan Tamu penting lainnya.

“Sebagaimana Presiden kita Bapak Jokowi, Menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah pilihan tepat yang selaras dengan jiwa pancasila ditengah gelombang Ekspresivisme diberbagai belahan dunia” salah satu ungkapan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Warsito, DEA, Ph.D.

Sedangkan Bapak Riski Gunawan, M.Pd.I. menyampaikan bahwa, “misalnya, Aku yang paham moderasi beragama senin-selasa islam besoknya kristen itu yang gak boleh. Tapi cara kita bermoderasi beragama itu adalah bagaimana cara kita tidak terlalu ekstrem.”

Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar sekaligus pada hari ahad sebagai hari pembagian hadiah untuk para pemenang lomba yang sudah berlangsung sehari sebelumnya. Kesan yang diberikan oleh mahasiswa pun sangat positif, namun disisi lain jika ada kekuarangan akan menjadi pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.

Insyaallah Tahun depan kita akan mengadakan lomba antar kampus demi memeriahkan Kembali Milad STIT Darul Fattah. Kita tunggu tahun depan. Mari bergabung dengan STIT Darul Fattah dan menjadi keluarga besar STIT Darul Fattah Bandar Lampung. (AH)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *